CARA AMAN MENGATASI NYERI OTOT

Ibu hamil memerlukan teknik khusus dalam mengatasi berbagai keluhan nyeri otot. Jangan sembarangan mengkonsumsi obat.

Kehamilan menyebabkan perubahan fisiologis. Nyeri otot tak bisa dihindari, namun bisa diminimalkan. Keluhan nyeri yang datang dan pergi. bisa mengganggu aktifitas sehari-hari. Dan kadang nyeri yang hebat membuat bumil sulit untuk bergerak. Ibu hamil jangan buru-buru minum obat, karena nyeri otot bisa ditangani sendiri, bahkan bisa sembuh sendiri dengan mengatur postur tubuh yang baik dan beristirahat.

  • Postur Tubuh Yang Baik

Otot-otot tubuh dan persendian yang secara alami mengalami pengenduran seiring membesarnya janin, menyebabkan pusat gravitasi tubuh bergeser ke depan. Hak ini akan menarik otot-otot di punggung bawah,pinggang, panggul dan sekitarnya yang dapat menimbulkan rasa nyeri. Karena itu, postur tubuh bumil harus disesuaikan. Postur tubuh yang baik dapat membantu menyangga punggung dan rahim yang semakin membesar

  • Berdiri

Bumil disarankan berdiri tegak dengan posisi kakai lurus, tidak menyilang atau agak membuka. Posisi tubuh yang lurus dapat mengendorkan otot-otot yang tegang. Sementara kalau membungkuk akan menekan perut. Disarankan menggunakan alas kaki yang nyaman dan tidak memakai sepatu berhak tinggi. Kalau berdiri, sebaiknya jangan terlalu lama. Sebab aliran darah akan turun dan kembalinya akan sulit atau kurang lancar, sehingga bisa menjadi pelebaran pembuluh darah balik di kaki. Bila terpaksa harus berdiri lama, usahakan tidak bertumpu pada kedua kaki secara simetris. Bertumpulah pada satu kaki bergantian dan buatlah serileks mungkin. Jika mungkin berdiri sambil berjalan-jalan.

  • Duduk

Makin besar janin, akan semakin akan semakin menekan punggung, terutama pasa saat duduk. Posisi duduk bumil yang disarankan adalah lutut sejajar dengan panggul, kaki harus sampai ke lantai dan tidak menggantung agar sirkulasi darahlancar. Jika perlu, tempatkan bangku kecil di bawah kaki. Pilih kursi yang mendukung punggung atau tempatkan bantal kecil dibelakang punggung bawah. Usahakan bagian belakang tubuh bersandar pada sandaran kursi dengan posisi lurus. Dengan demikian, otot-otot pun bisa rileks. Bumil sebaiknya tidak duduk terlalu lama. Bila bumil dituntut untuk duduk berjam-jam. sebaiknya atur ketinggian kursi agar nyaman. Usahakan posisi duduk tegak dan posisi lengan dalam keadaan menggantung tapi rileks, sejajar atau lebih tinggi dari meja agar tidak menglamai ketegangan. Sesekali ubah posisi duduk dan sempatkan istirahat sejenak, berdiri atau berjalan-jalan. Lakukan peregangan sederhana dengan cara menyatukan dua tangan, tarik atau angkat ke atas kepala sambil mengatur pernapasan.Bangun dari duduk harus hati-hati. Karen bumil bebannya cenderung ke depan, bangun dari kursi sebaiknya dengan menggeser tubuh ke depan. Satu kaki agak maju menjejak lantai dan condongkan badan ke depan. Kedua tangan memegang paha untuk menumpu, dan kaki agak mendorong tubuh ke posisi berdiri. Bila ingin bangkit dari duduk di lantai, menyampinglah ke salah satu sisi dan gunakan tangan untuk mendorong tubuh ke posisi duduk menyamping, kemudian posisi berdiri di atas kedua lutut. Angkat satu lutut dengan menjejak dilantai dan letakkan tangan di atas paha sebagai tumpuan untuk bangkit ke posisi berdiri.

  • Jongkok

Bila bumil inginmengambil benda yang terjatuh, jangan langsung main ambil begitu saja. Posisi ini menyebabkan rasa sakit, karena otot tertarik. Untuk mengambil benda yang terjatuh di lantai, sebaiknya turunkan badan dan berjongkok, Jika akan berdiri kembali, sebelah tangan berpegangan atau bertumpu dan kaki mendorong tubuh ke posisi berdiri.

  • Tidur

Bumil sulit mencari posisi tidur yang nyaman saat tidur. Disarankan tidur menyamping dengan satu atau kedua lutut ditekuk. Tempatkan bantal dibawah perut, untuk mengurangi nyeri di punggung. Hindari tidur dengan posisi datar. Bila ingin rileks, sebaiknya posisi kaki lebih tinggi dari kepala, dengan cara mengganjal paha hingga tumit dengan bantal. Posisi tidur yang dianjurkan adalah miring ke kiri. Posisi ini diyakini dapat mencegah varises, sesak napas, bengkak pada kaki sekaligus memperlancar sirkulasi darah sebagai asupan penting bagi pertumbuhan janin.

  • Terapi Panas

Meredakan nyeri dengan panas terbukti efektif. Perawatan sendiri menggunkan sarana hangat, seperti mandi air hangat, kompres hangat atau koyo hangat dapat mengurangi gejala nyeri otot. Prinsipnya, semua benda yang dipanaskan akan memuai, termasuk otot yang memendek dan tegang. Panas yang dihasilkan akan melancarkan aliran darah. Saat ini banyak koyo dan obat gosok yang mengandung menthol dan atau glycosalisilat, terbukti efektif dapat membantu mengurangi gejala nyeri otot, dengan prinsip melebarkan pembuluh darah dan memberi rasa hangat yang aman.

  •  Pijatan

Terapi nyeri otot nagi bumil dengan memijat semakin popular. Prinsip pijat adalah agar tubuh tidak merasa sakit berlebihan, apalagi sampai kontraksi atau pendarahan. Pijat bumil ditujukan untuk mengurangi bengkak pada kaki, menghilangkan stres dan meredakan nyeri punggung. Tidak semua orang dapat melakukan pijatan, karena peregangan otot dan urat bumil berbeda dengan nyeri punggung pada orang biasa. Jangan pernah memijat pada daerah rahim, karena bisa menyebabkan lekang plasenta (placenta abruption) atau ari-ari bayi lepas sebleum lahir. karena sangat berbahaya bagi ibu dan janin.

Pemijatan yang baik bagi bumil yaitu dengan tekanan yang konsisten dan mengarahke bawah. Memijat pada bagian tubuh belakang bawah, sering dapat membantu menghilangkan lelah dan nyeri punggung. Dan pijatan pada kaki dapat mengurangi nyeri dan mencegah kram.

Belajar berbisnis bersama d'BC Network!
Jaringan independent consultant Oriflame yang sudah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online!

Isi Formulir di Bawah Ini Sekarang Juga!

Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN

Comments are closed.