Kadar Kolesterol dan Makanan yang Beresiko

Kadar Kolesterol dan Makanan yang BeresikoTubuh manusia memiliki substansi yang disebut kolesterol dalam setiap selnya. Kolesterol merupakan substansi organik yang merupakan komponen dari lemak. Berbeda dengan konotasi negatif yang kerap menyertai kata ‘kolesterol,’ substansi ini sesungguhnya merupakan komponen yang sangat penting keberadaannya dalam tubuh manusia. Kolesterol berfungsi menjaga membran sel agar tetap lentur sekaligus kokoh. Kolesterol juga berperan besar dalam proses produksi beberapa jenis hormon dan zat dalam tubuh seperti asam empedu, vitamin D serta hormon steroid. Akan tetapi, hal itu hanya bila kadar kolesterol tetap pada tingkat normal. Bila kadar kolesterol meningkat di atas normal, hal tersebut akan mengakibatkan penumpukan lemak dalam darah yang kemudian menyumbat pembuluh darah dan mengakibatkan berbagai penyakit seperti stroke dan jantung koroner. Makanan dengan kadar lemak tinggi terutama lemak hewani merupakan penyumbang kadar kolesterol yang besar dalam tubuh; itulah sebabnya mengapa orang yang mengidap kolesterol tinggi sering disarankan untuk menjauhi berbagai makanan yang mengandung kadar kolesterol tinggi.

Cara untuk mengetahui apakah kadar kolesterol seseorang termasuk tinggi atau tidak adalah dengan melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan kadar kolesterol dapat diuraikan dengan bantuan dokter, namun secara umum, berikut adalah tiga jenis hasil yang akan muncul dalam sebuah hasil pemeriksaan kolesterol tergantung kondisi individu:

  1. Level mg/dl kurang dari 200 dan level mmo/L kurang dari 5.2 bermakna kadar kolesterol normal.
  2. Level mg/dl antara 200 hingga 240 dan level mmo/L antara 5.2 hingga 6.2 bermakna hampir beresiko.
  3. Level mg/dl di atas 240 dan level mmo/L di atas 6.2 bermakna resiko tinggi karena kadar kolesterol dalam tubuh sudah jauh di atas normal.

Pengaturan Kadar Kolesterol dalam Tubuh lewat Makanan

Jika kadar kolesterol dalam tubuh sudah diketahui dan hasilnya termasuk dalam kelompok beresiko tinggi, seseorang harus mengatur pola makannya agar kadar kolesterol tidak semakin tinggi. Hal ini berarti mengurangi makanan dengan tingkat kolesteroltinggi yang sebagian besarnya memang berasal dari hewan. Hal ini bukan berarti sama sekali meniadakan makan protein hewani, namun makanan yang dikonsumsi harus dipilih dari yang tingkat kolesterolnya sangat rendah. Contoh produk hewani yang mengandung kolesterol sangat tinggi sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi misalnya otak, cumi-cumi, kuning telur ayam, jeroan, kerang, susu sapi murni, daging berlemak dan kepiting. Sebaliknya, ada produk hewani yang mengandung tingkat kolesterol cukup rendah seperti ikan air tawar, daging ayam atau sapi dari bagian yang tidak berlemak, daging kelinci dan putih telur. Pengolahan makanan juga menentukan jumlah kolesterol yang masuk ke dalam tubuh; misalnya, daging kelinci yang diolah dengan mentega, daging ayam tak berlemak yang diolah dengan keju atau ikan sungai yang diolah dengan santan dapat berpotensi meningkatkan kadar kolesterol.

 

sumber gambar : www.vemale.com

 

 

Belajar berbisnis bersama d'BC Network!
Jaringan independent consultant Oriflame yang sudah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online!

Isi Formulir di Bawah Ini Sekarang Juga!

Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN

Comments are closed.