VITAMIN UNTUK HIV/AIDS

hiv

Pada orang – orang dengan HIV, kekurangan mikronutrient adalah masalah yang agak umum, pun untuk yang tanpa simpton. Menurut para ahli, fungsi imun kemungkinan dapat dijaga atau dikuatkan dengan suplementasi nutrient – nutrient yang tepat.

Menurut Robert F. Cathcart M.D,. penemu efek bowel-tolerance dengan vitamin C, orang – orang yang sakit atau sedang stress dapat menerima vitamin C dosis besar tanpa mengalami diare. Cathcart juga melakukan eksperimen klinik dengan vitamin C pada pasien –  pasien AIDS. Ia memberikan dosis besar vitamin C intravenous (IV) – disuntikkan kedalam pembuluh darah, dengan dosis yang jauh lebih besar dari vitamin C yang diminum dan mendapatkan hasil yang baik. Tumor kaposi’s sarcoma lenyap pada beberapa pasien AIDS yang menggunakan IV vitamin C, 5 hari seminggu selama setahun. Menurut cathcart, IV vitamin C dapat meningkatkan jumlah sel – sel T-helper (sel – sel imun yang sangat penting) dan mencegah efek racun dari obat – obatan seperti AZT.

Nutrient – nutrient yang juga digunakannya untuk membantu pasien AIDS adalah CoQ10, alpha lipoid acid, selenium, vitamin – vitamin B kompleks, cod liver oil, dan seng. Riset  klinik pada nutrient – nutrient ini dan efeknya pada HIV dan AIDS memang masih sedikit, tapi banyak dasar literature ilmiah yang mendukung. Sebagai contoh, laboratorium Lester Packer Ph.D,. di University of California, Berkelay, menemukan, alpha lipoid acid ( suatu faktur seperti vitamin ) menigkatkan senyawa protektif gluthione di dalam sel – sel imun. Juga dapat menekan suatu factor, nf-kappa B, yang diperlukan virus AIDS untuk meperlihatkan diri.

Selenium dapat menghambat suatu factor terkait, disebut factor tumor necrosis alpha, yang diperlukan virus untuk reproduksi. Selenium juga meningkatkan aktivitas suatu enzim antioksidan yang disebut glutathione peroxidase.

Tampaknya antioksidan merupakan pembasmi kunci HIV dan AIDS. Selain Vitamin C, alpha lipoic acid, selenium dan glutathione, juga terdapat bukti – bukti penerbitan yang mendukung penggunaan antioksidan beta karoten, vitamin E, dan CoQ10. Nutrient-nutrient relevan lainnya untuk AIDS yang juga disebutkan dalam literature adalah vitamin A dan B kompleks, copper , seng, magnesium dan cystein (sebagai N-acetylcysteine atau disingkat NAC)sebelum minum supplement apa pun, selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan yang tepat.

Belajar berbisnis bersama d'BC Network!
Jaringan independent consultant Oriflame yang sudah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online!

Isi Formulir di Bawah Ini Sekarang Juga!

Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN

Comments are closed.